Kumpulan Penggalan Artikel Air Sugihan

Asalamualaikum wr. wb

Selamat datang di "KUPAAS" sebuah blog yang saya ciptakan untuk masyarakat air sugihan, blog ini adalah sebuah rintisan oleh karena itu mohon maaf jika banyak kesalahan mohon saran dan kritiknya agar saya dapat memperbaikinya,, semua isi artikel ini di dapat dari sumber lain, baik web link maupun warga setempat, dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda dan saran maupun kritiknya.

"Kesuksesan akan Menghampiri dari Hal Kecil"

Wasalam.

Tampilkan postingan dengan label Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Mei 2010

Mungkinkah Ini Awal Yang Lebih Baik?


Sebanyak 19 desa di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), seperti Desa Negri Sakti, Pengkalan Sakti dan Banyu Biru, sampai saat ini masih terisolir, karena sarana infrastruktur yang ada di wilayah itu jauh tertinggal dibandingkan daerah lainnya.
Kondisi ini diungkapkan anggota DPRD OKI dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Mahidin, Senin (18/12). “Kami berani mengatakan kecamatan tersebut terisolir setelah berkunjung langsung ke Air Sugihan dalam kegiatan reses beberapa hari lalu,” ungkapnya.
Menurutnya dari hasil reses tersebut, pihaknya menilai kalau sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Air Sugihan saat ini masih sangat jauh tertinggal dibandingkan kecamatan lain di OKI, padahal kawasan itu telah berstatus kecamatan sejak puluhan tahun silam.
Akses sebagian besar jalan utama di Kecamatan Air Sugihan, lanjutnya, sampai saat ini belum diaspal, sehingga saat musim hujan sulit dilewati kendaraan, karena jalannya becek dan digenangi air.
“Bayangkan saja jalan protokol di ibukota kecamatan saja sampai saat ini belum ada yang diaspal, apalagi di wilayah pelosok, ” sesalnya.
Selain itu, katanya lagi, seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut sampai saat ini juga belum ada yang berlistrik, sehingga masyarakat setempat terpaksa harus membeli mesin genset atau menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menerangi rumahnya.
“Setahu saya hanya sebagian kecil saja warga di kecamatan itu yang memiliki mesin genset sendiri atau pun PLTS, sedangkan masyarakat lainnya terpaksa harus menyewa listrik ke tetangganya dengan biaya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per bulan,” ungkapnya menyayangkan kondisi itu.
Ironisnya lagi, tambahnyanya, aliran listrik itu terbatas, karena hanya mengandalkan pembangkit dari mesin genset dan PLTS saja, sehingga warga hanya bisa menyalakan lampu dan listrik saat malam hari sampai pukul 00.00 WIB.
Setelah itu, kata Akhmad, pemilik mesin genset dan PLTS tersebut akan langsung mematikan sambungan listrik ke tetangganya, sehingga warga yang hidup pas-pasan terpaksa harus tidur di bawah penerangan lampu serongkeng saat malam hari.
Ironisnya pula, jumlah puskesmas dan tenaga medis yang ada di Kecamatan Air Sugihan sampai saat ini juga masih minim sekali, sehingga kalau ada penduduk setempat yang mengalami sakit berat terpaksa harus berobat ke Palembang dengan biaya lumayan besar.
“Jarak tempuh dari Air Sugihan ke Palembang mencapai dua jam dan hanya bisa dilalui lewat jalur sungai dengan naik speed boad dan setiap penumpang wajib membayar ongkos Rp50 ribu untuk sekali jalan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, sarana dan prasana pendidikan yang ada di Kecamatan Air Sugihan juga jauh tertinggal dibandingkan di kecamatan lainnya, karena sebagian besar tenaga guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang ditempatkan di wilayah tersebut jarang datang untuk menunaikan tugasnya.
Sementara di Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Jejawi pembangunannya sudah mulai sejajar dengan ibukota Kabupaten OKI, yakni Kecamatan Kayuagung, tetapi warga setempat meminta agar pemerintah daerah segera membangun sarana lampu jalan guna menekan angka kecelakaan dan kriminalitas di daerah itu.
Menyikapi hal itu, kata Akhmad manambahkan, pihaknya telah melaporkan seluruh aspirasi yang disampaikan warga tersebut kepada unsur pimpinan dan dewan setempat bertekad bakal memperjuangkan masukan tersebut.
“Kami akan terus mendesak agar Pemkab OKI terhitung 2010 nanti memprioritaskan pembangunan di Kecamatan Air Sugihan, sehingga kawasan itu tidak terisolir lagi,” tandasnya. (Irawan).

Rabu, 07 April 2010

Kasus PLTS Air Sugihan

Sebanyak 11 kepala desa (Kades) yang ada di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, mangkir dari panggilan Unit Pidkor Polres OKI. Panggilan yang dilayangkan bagi 11 Kades ini terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli) atas proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang kasusnya telah sampai pada pihak kepolisian.

Kapolres OKI, AKBP Drs Cok Bagus Ary Yudayasa, melalui Kasat Reskrim, AKP Doni S Sembiring SIk, didampingi Kanit Pidkor, Aiptu Acep Atmaja, Jumat (12/2) menjelaskan bahwa panggilan yang dilayangkan pihaknya tersebut adalah panggilan pertama.

“Kami akan melakukan panggilan kedua beberapa hari mendatang. Namun, jika tetap saja mangkir maka akan diteruskan dengan panggilan ketiga dan penjemputan paksa,” tegas Kasat Reskrim.

Informasi yang berhasil dihimpun, kasus dugaan pungli dalam proyek PLTS ini terjadi pada tahun anggaran APBN 2008-2009. Dalam anggaran proyek PLTS tersebut, 19 desa masuk dalam anggarannya, namun baru 11 desa yang diploting, yakni  Desa Tirta  Mulya, Jati Mulya, Desa Sriwijaya Baru, Desa Sungai Batang, Desa Mukti Jaya, Desa Nusantara, Bukit Batu, Rengas Abang, Sido Rahayu, Margo Tani dan Desa Bandar Jaya.

Dari kesebelas desa tersebut, dibagi pengadaannya dalam tiga tahap yakni untuk tahap pertama meliputi Desa Tirta  Mulya, Jati Mulya dan Desa Sriwijaya Baru sebanyak 300 unit. Tahap kedua meliputi Desa Sungai Batang dan Desa Mukti Jaya sebanyak 200 unit. Dan Tahap ketiga meliputi Desa Nusantara, Bukit Batu, Rengas Abang, Sido Rahayu, Margo Tani dan Desa Bandar Jaya dengan 600 unit yang disediakan.

Namun, dalam pengambilan mesin PLTS tersebut di lakukan pungutan oleh kades dengan nominal antara Rp1 juta hingga Rp1,2 juta. Sedangkan untuk masing-masing desa jumlahnya mesin genset yang dibutuhkan berbeda, sehingga setiap desa jumlah mesin genset yang dibutuhkan antara 2 hingga 3 unit.

Menanggapi mangkirnya sejumlah kades yang dipanggil pihak kepolisian, Koordinator Presedium Rakyat OKI, Welly Tegalega SH, menyayangkan sikap kades di Kecamatan Air Sugihan yang tidak datang memenuhi undangan Polres OKI.

“Walaupun ini panggilan pertama, seharusnya satu atau dua kades seharusnya datang, jika ingin permasalahan ini cepat selesai. Jika keadaannya seperti ini, seolah-olah mereka memang menutupi dan enggan dilakukan pemeriksaan,” tegas Welly. (Irawan).

sumber:indowarta

Sabtu, 03 April 2010

Transportasi Masyarakat Air Sugihan


Speed Boat kendaraan ini memeng tidak asing lagi bagi masyarakat Air Sugihan pasalnya ini satu-satunya alternative bagi warga untuk menuju ibu kota provinsi.

Untuk bebagi pengalaman saya akan memberi tahu anda tentang Speed boat jurusan Air Sugihan..

Untuk menuju ke daerah Air Sugihan anda cukup ke Pangkalan speed boat yaitu berada di Area BKB (Benteng Kuto Besak) Palembang samping  BEKANGDAM II/ Sriwijaya tepatnya Samping River Side Restaurant(Restaurant Terapung Sugai Musi).

Disini anda akan melihat berbagai macam speed boat dan berbagai nama merknya, anda cukup bertanya kepada salah seorang penjaga speed boat(kernet) untuk tujuan anda…

Biaya Transportasi(Ongkos) detiap jurusanpun berbeda-beda itu dikarenakan jarak yang ditempuh masing-masing jurusan.

Berikut Informasi Keberangkatan Speed Boat Tersebut:

Palembang  ==> Jalur 27

Nama Speed Boat        :  Famili 19/27

Jam keberangkatan       :  12.00-12.30

Hari Keberangkatan     :  Setiap Hari (Kecuali Hari-Hari Besar)

Biaya Transportasi        : Rp. 60.000,- (belum termasuk biaya barang besar contoh:motor                   dll)

Lama Perjalanan           : 2,5 jam-3,0 jam

Kapasitas                     : 55+


Jalur 27 ==> Palembang


Nama Speed Boat        :  Famili 19/27

Jam keberangkatan       :  05.30-06.00

Hari Keberangkatan     :  Setiap Hari (Kecuali Hari-Hari Besar)

Biaya Transportasi        : Rp. 60.000,- (belum termasuk biaya barang besar contoh:motor                   dll)

Lama Perjalanan           : 2,5 jam-3,0 jam

Kapasitas                     : 55+


Palembang ==> Jalur 29

Nama Speed Boat        :  Famili 20/29

Jam keberangkatan       :  12.30-13.0

Hari Keberangkatan     :  Setiap Hari (Kecuali Hari-Hari Besar)

Biaya Transportasi        : Rp. 50.000,- (belum termasuk biaya barang besar contoh:motor                   dll)

Lama Perjalanan           : 2,0 jam-2,5 jam

Kapasitas                     : 55+


Jalur 29 ==> Palembang

Nama Speed Boat        :  Famili 20/29

Jam keberangkatan       :  06.00-06.30

Hari Keberangkatan     :  Setiap Hari (Kecuali Hari-Hari Besar)

Biaya Transportasi        : Rp. 50.000,- (belum termasuk biaya barang besar contoh:motor                   dll)

Lama Perjalanan           : 2,5 jam-3,0 jam

Kapasitas                     : 55+


Selain diatas ada alternative lain yaitu Motor Sungai( Ketek) ini \Jelas lebih murah tetapi juga sangat lambat kira-kira 1,5 hari untuk mencapai tujuan.

Telkomsel Hadir di Air Sugihan


 Sebagai salah jasa telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia,Telkomsel( PT Telekomunikasi Seluler) memberikan pelayanan kepada masyarakat Air Sugihan agar lebih mudah untuk berkomunikasi kepada rekan maupun saudara mereka yang berada di luar dari daerah air sugihan sebagai contoh daerah jawa kaerna sebagian besar dari mereka adalah warga transmigrasi dari Pulau Jawa.

Selain memberikan pelayanan berupa Layanan Jaringan telkomsel juga menyediakan Telepon Umum bagi masyarkat Air sugihan lui program PUSYANTIP(Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan) yang di sediakan di tempat Kantor Maupun Rumah pribadi kepala desa.

Selain Telkomsel ada jaringan lainya yaitu  XL(PT Excelemindo Pratama) serta Ceria ( PT Ssmpoerna Telekomunikasi Indonesia) yang ikut bersaing dan memberikan kontribusi pembangunan di daerah air Sugihan..


Jadi anda jangan takut Jika anda akan  menghubungi Rekan atau saudara anda jika berada di Daerah Air Sugihan...






Rabu, 17 Maret 2010

kasus PLTS Terus Di Usut

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten OKI, Ir D menjalani pemeriksaan di bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres OKI, Jumat (5/3). Dia dimintai keterangan seputar pengadaan 1.000 unit pembangkit listrik tenaga surta (PLTS), yang

digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN Tahun 2009 lalu. PLTS itu diperuntukan bagi warga miskin di 10 desa dalam Kecamatan Air Sugihan.

Pemeriksaan D tersebut menyusul telah diperiksanya beberapa kepala desa (Kades) di Kecamatan Air Sugihan, yang mendapat bantuan PLTS dari pemerintah pusat. Kades diperiksa karena penyaluran 1.000 unit PLTS dari pemerintah pusat itu, warga dipungut biaya Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta.

Kadistamben D baru sebatas dimintai keterangan, dan disodori 9 pertanyaan mengenai PLTS selama hampir kurang lebig 3 jam pemeriksaan,” kata Kapolres OKI AKBP Drs Cok Bagus Ary Yudayasa melalui Kasat Reskrim, AKP Doni Satria Sembiring, SH, SIk didampingi Kanit Pidkor Aiptu Acep Atmaja.

Kadistamben OKI, Ir D ketika hendak dimintai keterangan seusai pemeriksaan, justru melarang wartawan. “Dari mana kamu, jangan coba-coba, nanti saya hubungi pimpinan kamu,” ucapnya.

Desa yang mendapatkan bantuan PLTS yakni, Desa Nusa Kerta, Marga Tani, Tirta Mulya, Rengas Abang, Bukit Batu, Negeri Sakti, Jadi Mulya, Sungai Batang, Suka Mulya, dan Desa Srijaya.

Pengadaan PLTS oleh pemerintah pusat ini untuk membantu warga pedesaan yang belum memiliki listrik PLN. Jadi agak aneh bila kemudian warga dibebani pungutan,” kata Koordinator Presidium Rakyat OKI (PRO-OKI), Welly Tegalega SH.

sumber:  http://www.sripoku.com/view/28957/kasus_plts_terus_diusut

54 Pos Siaga Kebakaran

Sebanyak 54 posko Penanggulangan Bahaya Kebakaran disebar di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Setiap posko diletakan pada tempat yang dianggap bahaya kebakarannya rawan yang memang mempunyai tingkat titik api tertinggi.


Menurut Kepala Dinas Kehutanan OKI, Hasan Basri, SH melalui bidang perlindungan hutan, Ir H Asmani mengatakan, persiapan dan peletakan 54 posko tersebut sudah lama di siapkan. Guna mengantisipasi timbulnya kebakaran hutan yang disengaja maupun tidak sengaja.

Sedangkan kecamatan yang mempunyai banyak lahan dan hutan serta sering mengalami kebakaran adalah, Kecamatan Tulung Selapan, Kecamatan Cengal, Kecamatan Air Sugihan, Kecamatan Pampangan, Kecamatan Kayuagung, Kecamatan Sungai Menang, dan Kecamatan Pedamaran Timur.

"Alhamdulillah untuk tahun 2008 lalu, titik api di beberapa kecamatan itu berkurang, dikarenakan sudah sadarnya masyarakat untuk bertani melalui pembakaran hutan। Selain itu, sudah banyak lahan gambut yang telah dikelola oleh pemerintahan untuk lahan perkebunan rakyat seperti diareal sepucuk," katanya.

sumber: http://www.sripoku.com/view/6872/54_posko_siaga_kebakaran

Oknum Guru Di Laporkan Pukuli Guru

Lin Marlina (34), warga Desa Sido Rahayu No 26 RT 4 RW 1 Kelurahan Sido Rahayu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI melaporkan suaminya Juwanto (51) yang sehari-harinya guru PNS di salah satu SMP negeri ke Siaga Ops Polda Sumsel, Senin (7/9) sekitar 11.59.
Dalam laporannya LPB/568/IX/2009/SPK yang ditandatangani Kepala Siaga Ops Polda Shief C AKP S Gultom menerangkan telah dianiaya suaminya pada Sabtu (5/9) dan Minggu (6/9) sekitar pukul 05.00. Akibatnya korban menderita luka memar karena bagian kaki kanan dan perut serta leher korban.

sumber:http://www.sripoku.com/view/17856/oknum_guru_dilaporkan_pukuli_istri