Kumpulan Penggalan Artikel Air Sugihan

Asalamualaikum wr. wb

Selamat datang di "KUPAAS" sebuah blog yang saya ciptakan untuk masyarakat air sugihan, blog ini adalah sebuah rintisan oleh karena itu mohon maaf jika banyak kesalahan mohon saran dan kritiknya agar saya dapat memperbaikinya,, semua isi artikel ini di dapat dari sumber lain, baik web link maupun warga setempat, dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda dan saran maupun kritiknya.

"Kesuksesan akan Menghampiri dari Hal Kecil"

Wasalam.

Tampilkan postingan dengan label Pantai Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai Timur. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juni 2010

Daftar Sekolah di Air Sugihan

NO.
NAMA SEKOLAH
ALAMAT SEKOLAH 
------------------------------------------------------------------

01
MIS NURUL HUDA / PAGI
DS,SRIWIJAYA BARU RT.09/03 KEL. SRIJAYABARU

02   
SDN WONOSARI     
KAMPUNG BUKIT BATU DS.BUKIT BATU
      
03
SDN TIRTAMULYA   
DK. TIRTAMULYA RT I / I DS. TIRTAMULYA 

04       
SDN 1 PANGGUNG HARJO  
KAMPUNG PANGGUNG HARJO DS.PANGGUNG HARJO

05         
SDN 1 TIMBULHARJO         
JALUR 29 AIR SUGIHAN KANAN RT 08 /02 DS. TIMBULHARJO 
 
06         
SDN 2 NUSAKARTA            
KAMPUNG NUSANTARA DS.NUSANTARA  
 
07          
SDN BANDAR JAYA             
KAMPUNG BANDARJAYA JALUR 25 DS.BANDAR JAYA 
 
08         
SDN BANGUN HARJO         
KAMPUNG BANGUN HARJO DS.BANGUNHARJO

09         
SDN BANYUBIRU    
KAMPUNG BANYUBIRU DS.BANYUBIRU 
 
10        
SDN JADIMULYA     
JL.JALUR 23 JADIMULYA DS.JADIMULYA 
 
11        
SDN KERTAMUKTI  
KP. KERTAMUKTI RT.01/01 NO.01 DS.KERTAMUKTI

12        
SDN MARGATANI    
KAMPUNG MARGATANI DS.MARGATANI

13         
SDN MARGOMULYO          
DK. MARGO MULYO 31 RT.01/01 DS. BUKIT BATU

14        SDN MUKTIJAYA      
KAMPUNG MUKTIJAYA JALUR 25 DS.MUKTIJAYA

15         
SDN NUSAKARTA 1           
KAMPUNG NUSAKARTA RT 01 / I DS.NUSAKARTA 
 
16        
SDN NUSANTARA    
KAMPUNG NUSANTARA DS.NUSANTARA  
 
17        
SDN SAPTOHARJO   
KAMPUNG SAPTOHARJO RT 07 / 03 DS.SAPTOHARJO

18        
SDN SIDODADI         
DK. SIDODADI RT 17 / V DS. BANYUBIRU 
  
19        
SDN SIDOMAKMUR             
JALUR 29 RT 08 / 02 NO.01 DS. SIDOMAKMUR

20        
SDN SIDOMULYO    
DK.SIDOMULYO RT.10/03 DS.SIDOMULYO 
 
21        SDN SIDORAHAYU  
KAMPUNG SIDORAHAYU RT XIII DS.SIDORAHAYU

22        
SDN SRIJAYABARU  
DS. SRIJAYABARU RT 01/01

23        
SDN SUBUR JAYA     
DSN SUBUR JAYA RT.16/08 DESA BUKIT BATU

24        
SDN SUKAMULYA   
KAMPUNG SUKAMULYA DS.SUKAMULYA  
 
25        
SDN TEPUNGSARI    
DK. TEPUNGSARI RT I / III DS. TIRTAMULYA

26        
SDS HANURA            
KAMPUNG SUNGAI BATANG DS.SUNGAI BATANG 

27        
MTsS  KHOIRUL UMMAH AIR SUGIHAN   
KAMPUNG NUSAKARTA DS.NUSAKARTA
 
28  
MTsS DARUL ULUM KERTA MUKTI          
KAMPUNG KERTAMUKTI DS.KERTAMUKTI
   
29        SLTPN 1 AIR SUGIHAN       
JL.BANDAR JAYA JALUR 25 DS.BANDAR JAYA 
 
30        
SLTPN 2 AIR SUGIHAN        
JL.KERTA MUKTI DS.KERTAMUKTI 
 
31         
SLTPN 3 AIR SUGIHAN        
JL.PANGGUNG HARJO JALUR 25 DS.PANGGUNG HARJO        

32         
SLTPN ANUGRAH AIR SUGIHAN   
KAMPUNG PANGGUNG HARJO DS.PANGGUNG HARJO

33        
SLTPS MUHAMMADIYAH AIR SUGIHAN            
KAMPUNG TIMBUL HARJO JALUR 29 DS.TIMBUL HARJO

34 
SMAN NEGERI 01 AIR SUGIHAN
DESA NUSANTARA JALUR 27

35
SMAN NEGERI JALUR29
JALUR 29 AIR SUGIHAN

36
SMA PERINTIS AIR SUGIHAN
JALUR 29 AIR SUGIHAN

37
MAS KHOIRUL UMMAH AIR SUGIHAN   
KAMPUNG NUSAKARTA DS.NUSAKARTA

39 
PERGURUAN TINGGI PGRI
SEKOLAH KHUSUS GURU PENGAJAR.

Daftar Nama Desa di Kecamatan Air Sugihan

1.    Desa Kerta Mukti;
2.    Desa Tirta Mulya;
3.    Desa Suka Mulya;
4.    Desa Jadi Mulya;
5.    Desa Marga Tani;

7.    Desa Bandar Jaya;
8.    Desa Mukti Jaya;

9.    Desa Srijaya Baru;
10.    Desa Nusantara;
11.    Desa Nusakarta;
12.    Desa Banyu Biru;
13.    Desa Bangunharjo;
14.    Desa Sidorahayu;
15.    Desa Panggungharjo;
16.    Desa Timbulharjo;
17.    Desa Sidomakmur; 
18.    Desa Saptoharjo; 
19.    Desa Margomulyo; 
20.    Desa Sungai Batang.

Minggu, 30 Mei 2010

KENYATAAN TENTANG PANTAI TIMUR

Usai melakukan pertemuan, Sekjen Presidium PPKT, Anjar Etikana, mengatakan, pihaknya melaporkan kepada Gubernur Sumsel, tentang selesainya pengurusan berkas pemekaran kawasan timur kabupaten/OKI, dan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan PP nomor 79 tahun 2007. Bupati dan DPRD OKI juga telah menyetujui usulan pemekaran tersebut. “Pemekaran itu, tepatnya di kawasan timur Kabupaten OKI, dengan empat kecamatan seperti Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Air Sugihan, Sungai Menang dan Cengal,” katanya.
Dijelaskan Anjar, wacana pemekaran sudah mulai diperjuangkan pada tahun 2000 akhir, alasan kuat kawasan timur OKI dimekarkan, karena Kabupaten OKI sangat luas arealnya, sehingga kontrol jalannya pemerintahan dari tingkat pelayanan kepada masyarakat di daerah pesisir, belum terlalu menyentuh. “Untuk transportasi saja, kendaraan air menjadi kendaraan pokok,” jelasnya.
Menurutnya, potensi wilayah yang dimekarkan sangat banyak, secara kasat mata lahan kawasan timur mencakup lima kecamatan tersebut memiliki luas sekitar 13.000 kilometer bujur sangkar. Selain itu, ada banyak perusahaan berada di sana, seperti PT Sinar Mas Group, PT Wahyuni Mandira, PT Lonsum dan lainnya. “Luas wilayah lima kecamatan ini sama dengan luas satu setengah Provinsi Banten, untuk ibukota kabupaten kita sudah sepakati berada di Tulung Selapan, nama kabupatennya Pantai Timur,” terang dia.
Sementara itu, Ketua PPKT Guntur Melian didampingi Safri HN menambahkan, kawasan Pantai Timur memiliki potensi yang sangat banyak seperti perkebunan karet dan sawit, tambak udang, walet, perikanan dan peternakan, bahkan ada tempat wisata yaitu Pulau Kaspari di Tulung Selapan.
Sedangkan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyambut baik dan menyatakan setuju pemekaran kawasan Pantai Timur, karena memang sudah dilakukan penelitian dan pengkajian secara ilmiah oleh pihak STPDN dan Balitbang Depdagari. “Tapi masih harus dilakukan study dulu, kalau memang cocok akan kita tindak lanjuti setelah ada moratorium dari pemerintah pusat,” kata Alex.
Gubernur menilai wajar jika pemekaran dilakukan, selain potensi yang berlimpah, pembangunan kawasan dan peningkatan infrastruktur juga perlu dilakukan di OKI, karena didapatkan informasi, jika masyarakat pantai timur ingin mengurus KTP ke Kayu Agung mau tidak mau harus mengeluarkan biaya mencapai Rp 1,5 juta lebih.
Menanggapi maraknya pemekaran wilayah, Alex berpendapat, pemekaran daerah dilakukan karena beberapa factor, seperti ada yang ingin menjadi bupati baru, ada kepentingan partai politik, ada birokrasi, dan ada yang mensponsori atau mendukung.

sumber : Informasi Pagi

Presidium Pemekaran Kawasan Pantai Timur (PPKT) dan tokoh masyarakat kawasan Timur OKI yang didampingi oleh Kabag Hukum PemKab OKI Drs. M. Ridwan , SH bertemu dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Guna untuk menggolkan rencana pembentukan Kabupaten Pantai Timur. DPRD OKI, dan Pemkab OKI pun sudah mensetujui. Bahkan, rekomendasi dari Balitbang Kementerian Dalam Negeri pun sudah terima. Kini tunggu respon Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin. Sementara Sekjen PPKT Ajar Etikana mengatakan, modal untuk memisahkan diri dari OKI sudah didapatkan. Pertama, PPKT memiliki rekomendasi dari Balitbang Depdgari saat melakukan survei dan penelitian. Kedua, rekomendasi dari DPRD OKI sudah merestui pendirian kabupaten Pantai Timur, dan Ketiga adanya keinginan dan aspirasi masyarakat. “Modal inilah akan kami bawa ke Jakarta. Perjuangan ini sudah lama sejak tahun 2000 lalu, lima kecamatan (Tulungselapan, Cengal, Sungaimenang, Pangkalan Lampan dan Kecamatan Air Sugihan) 80 desa dan satu kelurahan. (Pipin Sj)
sumber : MEDIA PERUBAHAN

Kecamatan Pendukung Pemekaran Pantai Timur

Sebanyak delapan fraksi di DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendukung rencana pemekaran wilayah Pantai Timur menjadi kabupaten baru. Hal ini terungkap saat rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pendapat fraksi, Jumat (26/3) kemarin.

Delapan fraksi yang setuju pemekaran Kabupaten OKI tersebut yakni, Fraksi Demokrat disampaikan A Rifai, Fraksi PKS disampaikan Marzunah ST, Fraksi PBB disampaikan Jakbar, Fraksi Hanura disampaikan Juni Alpansuri, Fraksi Persatuan Indonesia Raya disampaikan M Teguh, Fraksi Amanat Reformasi Sang Dewi Rusmin Nuryadin, Fraksi Golkar disampaikan Sudrono Asnawi dan Fraksi PDI Perjuangan disampaikan Hasan Darwin.

Dengan Demikian, Kabupaten Pantai Timur ini meliputi, Kecamatan Pangkalanlampam memiliki 17 desa, Kecamatan Air Sugihan memiliki 19 desa, Kecamatan Tulung Selapan memiliki 21 desa dan satu kelurahan, Kecamatan Cengal memiliki 11 desa dan Kecamatan Sungai Menang memiliki 18 desa . ”Wilayah Calon Kabupaten Pantai Timur memiliki 5 kecamatan dan 87 desa satu kelurahan dengan luas wilayah 19 ribu meter persegi terdiri daratan dan perairan,” kata Irpan Hadi anggota DPRD asal pesisir pantai.

Kabar Pemekaran Pantai Timur

“Hasil rapat ini akan dibawa ke Pemerintah Kabupaten OKI, DPD RI dan DPRD OKI untuk dilaporkan. Setelah ditindak lanjuti DPD RI hasil rapat tersebut selanjutnya akan di akan di laporkan ke Gubernur Sumsel,” kata Anggota DPRD Sumsel dari Dapil OKI dan OI, H Ali Imron Bayin.

Menurut anggota fraksi PKS DPRD Sumsel tersebut, latar belakang pemekaran tersebut adanya sejumlah daerah pesisir yang bisa di kategorikan sangat terisolir seperti wilayah timur terutama di kecamatan air sugihan dan sungai menang. “Atas dasar hal tersebut kita berinisiatif  untuk mendorong pemekaran wilayah kabupaten OKI. Dengan begitu kita bisa lebih otonom. Selama ini rentan kendali jarak ke ibukota pemerintahan terlalu jauh, sehingga kita memandang perlu ada pemekaran,” katanya.

Senada di katakan Anggota DPRD Sumsel (dapil OKI dan OI), Fikri Juhan yang mengatakan, dewan sepakat dengan proses pemekaran Kabupaten Pantai Timur karena telah memenuhi persyaratan dan aturan dari pemerintah.

“Dewan prinsipnya mendukung pemekaran itu selama itu sesuai dengan aturan dan benar benar berasal dari aspirasi masyarakat. Kita lihat ini sudah memenuhi syarat untuk di mekarkan,” katanya

Ketua Presidium pemekaran Kabupaten Pantai Timur, Sang Dewi Rusmin Nuryadin menjelaskan, saat ini luas wilayah kabupaten OKI sebesar 18 ribu KM persegi dengan 18 kecamatan. Daerah yang akan di mekarkan terdiri dari lima Kecamatan yang terdiri dari Air Sugihan, Sungai Menang, Cengal, Pangkal Lampam, dan Tulung Selapan.

sumber : S R I P O

Senin, 17 Mei 2010

Mungkinkah Ini Awal Yang Lebih Baik?


Sebanyak 19 desa di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), seperti Desa Negri Sakti, Pengkalan Sakti dan Banyu Biru, sampai saat ini masih terisolir, karena sarana infrastruktur yang ada di wilayah itu jauh tertinggal dibandingkan daerah lainnya.
Kondisi ini diungkapkan anggota DPRD OKI dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Mahidin, Senin (18/12). “Kami berani mengatakan kecamatan tersebut terisolir setelah berkunjung langsung ke Air Sugihan dalam kegiatan reses beberapa hari lalu,” ungkapnya.
Menurutnya dari hasil reses tersebut, pihaknya menilai kalau sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Air Sugihan saat ini masih sangat jauh tertinggal dibandingkan kecamatan lain di OKI, padahal kawasan itu telah berstatus kecamatan sejak puluhan tahun silam.
Akses sebagian besar jalan utama di Kecamatan Air Sugihan, lanjutnya, sampai saat ini belum diaspal, sehingga saat musim hujan sulit dilewati kendaraan, karena jalannya becek dan digenangi air.
“Bayangkan saja jalan protokol di ibukota kecamatan saja sampai saat ini belum ada yang diaspal, apalagi di wilayah pelosok, ” sesalnya.
Selain itu, katanya lagi, seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut sampai saat ini juga belum ada yang berlistrik, sehingga masyarakat setempat terpaksa harus membeli mesin genset atau menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menerangi rumahnya.
“Setahu saya hanya sebagian kecil saja warga di kecamatan itu yang memiliki mesin genset sendiri atau pun PLTS, sedangkan masyarakat lainnya terpaksa harus menyewa listrik ke tetangganya dengan biaya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per bulan,” ungkapnya menyayangkan kondisi itu.
Ironisnya lagi, tambahnyanya, aliran listrik itu terbatas, karena hanya mengandalkan pembangkit dari mesin genset dan PLTS saja, sehingga warga hanya bisa menyalakan lampu dan listrik saat malam hari sampai pukul 00.00 WIB.
Setelah itu, kata Akhmad, pemilik mesin genset dan PLTS tersebut akan langsung mematikan sambungan listrik ke tetangganya, sehingga warga yang hidup pas-pasan terpaksa harus tidur di bawah penerangan lampu serongkeng saat malam hari.
Ironisnya pula, jumlah puskesmas dan tenaga medis yang ada di Kecamatan Air Sugihan sampai saat ini juga masih minim sekali, sehingga kalau ada penduduk setempat yang mengalami sakit berat terpaksa harus berobat ke Palembang dengan biaya lumayan besar.
“Jarak tempuh dari Air Sugihan ke Palembang mencapai dua jam dan hanya bisa dilalui lewat jalur sungai dengan naik speed boad dan setiap penumpang wajib membayar ongkos Rp50 ribu untuk sekali jalan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, sarana dan prasana pendidikan yang ada di Kecamatan Air Sugihan juga jauh tertinggal dibandingkan di kecamatan lainnya, karena sebagian besar tenaga guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang ditempatkan di wilayah tersebut jarang datang untuk menunaikan tugasnya.
Sementara di Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Jejawi pembangunannya sudah mulai sejajar dengan ibukota Kabupaten OKI, yakni Kecamatan Kayuagung, tetapi warga setempat meminta agar pemerintah daerah segera membangun sarana lampu jalan guna menekan angka kecelakaan dan kriminalitas di daerah itu.
Menyikapi hal itu, kata Akhmad manambahkan, pihaknya telah melaporkan seluruh aspirasi yang disampaikan warga tersebut kepada unsur pimpinan dan dewan setempat bertekad bakal memperjuangkan masukan tersebut.
“Kami akan terus mendesak agar Pemkab OKI terhitung 2010 nanti memprioritaskan pembangunan di Kecamatan Air Sugihan, sehingga kawasan itu tidak terisolir lagi,” tandasnya. (Irawan).

Sabtu, 15 Mei 2010

Kapan Titik Terang Menuju Kemakmuran Air Sugihan?


Andai saja anda pernah ngobrol dengan kaum tani di Jalur-jalur di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan maka terasa bahwa situasi ekstrim akan menghadang kehidupan mereka dewasa. Penghidupan yang semakin rapuh karena kenaikan harga BBM.

Dalam sebuah analisa ekonomi partisipatif yang pernah saya lakukan dengan kaum tani di dusun III & IV Desa Nusantara, Kecamatan Air Sugihan, mereka dengan sadar berkesimpulan bahwa setiap musim tanam tiba, ada 780 juta rupiah uang yang mengalir ke luar dusun mereka. Hanya 2 dusun dengan total lahan 512 ha!

Jika lahan restan yang ada di dua dusun itu mereka garap, maka uang yang keluar mencapai 1,3 milyar rupiah. Uang 1,3 milyar yang mengalir ke luar dusun ini adalah untuk membeli racun rumput, benih, pupuk dan pestisida. Kalau ada dana mengalir yang ‘lengket’ maka dipastikan itu untuk para pedagang pupuk, bibit atau herbisida.

Rata-rata petani di Dusun III & IV Desa Nusantara memiliki 3 ha lahan. Sebelum BBM naik, untuk setiap hektar lahan, diperlukan modal minimal 3,3 juta rupiah. Modal ini diperlukan untuk herbisida, olah tanah, benih, ongkos tanam, perawatan dan pemupukan, grentek dan biaya ngarit (panen). Pada saat panen, rata-rata produksi padi 40 karung gabah kering giling per hektar. Dari 40 karung ini mereka memperolah uang sebesar 4 juta rupiah. Ini kalau situasi normal.

Andai semuanya berjalan baik, maka musim panen (Desember-Februari) mereka akan mendapat 2,1 juta untuk 3 ha lahan. Tentu sebagian besar beras ini tidak dijual melainkan sebagai persediaan untuk pangan dan untuk dibarterkan membeli kebutuhan lain. Dengan 2,1 juta inilah modal hidup mereka selama 6 bulan ke depan.

Kalau mau dirata-ratakan maka pendapatan mereka adalah 350 ribu per bulan. Ini jika produksi padi 40 karung per hektar dan jika mereka tidak pinjam di ”bank 46”; pinjam 4 kembali 6 dan dibayar saat panen (yarnen). Sekali lagi keuntungan ini jika kondisi normal dan modal tanam masih ada.

Tetapi pada panen Desember-Februari 2008, produksi padi per hektar hanya mencapai 30 karung per hektar. Bahkan ada yang hanya mendapat 16 karung per hektar. Cuaca berbalik kebiasaannya, mereka menanam padi tetapi curah hujan tidak ada. Begitu tiba saat panen curah hujan berlimpah. Hal ini membuat sawah terendam dan kualitas gabah tidak kering.

Kenyataannya 90% petani adalah peminjam di tengkulak dengan sistem yarnen. Pada saat gagal panen tersebut untuk melunasi hutang-hutang yang digunakan untuk modal usaha, sawah 9 hektar milik 9 keluarga di 2 dusun itu harus tergadai.

Tanah Air Ku
Bagi masyarakat Air Sugihan, tanah dimana mereka berpijak adalah tanah gambut dengan keasaman organik yang tinggi. Di bawah lapisan tanah ada senyawa pirit. Pada tahun 80 an pemerintah membuat kanal-kanal dan parit-parit kecil yang ribuan jumlahnya. Berharap tata kelola air mikro berfungsi.

Tetapi harapan itu tidak terjadi. Air dari lahan merembes ke saluran parit-parit yang menyebabkan lahan menjadi kering. Ini petaka bagi mereka. Karena lahan kering, senyawa pirit dilapisan bawah tanah akan teroksidasi dengan udara. Pirit adalah racun yang akan mematikan seluruh tanaman di atasnya, terutama padi.

Air berlimpah di sekitar mereka. Bahkan musim kemarau sekalipun. Tetapi semakin curah hujan tidak ada maka air disekitar mereka semakin berbahaya. Bagi tanaman dan tentu saja bagi manusia.

Dengan iklim global yang telah berubah ekstrim ini, kendali petani untuk beradaptasi di tanah gambut, aluvial rawa dan senyawa pirit dibawahnya bukanlah pekerjaan mudah. Tetapi tidak ada pilihan, hanya tanah inilah tempat tinggal dan harta mereka. Dan kepada tanah seperti inilah investasi serta kehidupan masa depan mereka gantungkan.

Bangsaku

Pada tanggal 3 Juni 2008 ada 20 kelompok tani yang meminta Bupati OKI meresmikan program Agro-Ternak untuk Pertanian yang berkelanjutan. Ide program ini mungkin sedikit ambisius, yakni mensubstitusi pupuk kimia dengan pupuk kompos. Mereka membangun home industri kompos dan hampir seribu ternak kambing akan menjadi pendukung utama.

Program ini juga merencakan sekolah lapang-sekolah lapang, agar mereka semakin memahami kondisi bertani di atas tanah gambut dan air payau. Filosofinya adalah alam (termasuk ternak) pasti memberikan solusi. Tujuan akhirnya adalah ketahanan pangan dan mengakhiri kemiskinan. Salah satu NGO Internasional, Heifer Internasional berhasil mereka yakinkan untuk mendukung berbagai program yang telah di rancang.

Selagi mereka memulai inisiasi-inisiasi baru untuk membangun penghidupan yang lebih baik, Pemerintah menaikkan harga BBM. Sekarang harga bensin di Desa Nusantara minimal Rp. 9.000.- Solar Rp. 7.500. Minyak gorang curah Rp. 14.000 per liter. Bawang 12 ribu per kilogram.

Transport ke palembang (sebagai kota paling dekat) yang hanya dapat dijangkau dengan ketek sekarang menjadi 140 ribu pulang pergi atau 40% dari pendapatan mereka per bulan. Efek domino yang pasti dari kenaikan BBM adalah mahalnya herbisida, bibit dan pupuk.

Susah payah untuk beradaptasi dengan beratnya kondisi alam bukan satu-satunya. Saat ini mereka juga harus beradaptasi kembali karena hidup sebagai sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang mencari jalan pintas dan mudah, yakni mengotak atik subsidi BBM untuk mengurangi beban defisit APBN dan menimbulkan harga-harga kebutuhan dasar tidak terjangkau.

Pasti Masih Ada Harapan
Pada waktu kenaikan BBM sebelumnya, masyarakat di Desa Nusantara dengan cerdas menggunakan dana kompensasi BBM untuk mengatasi persoalan air bersih. Walau muncul beberapa keretakan sosial karena dana kompensasi, tetapi paling tidak mereka berhasil sebagai sebuah komunitas membuat bak-bak penampungan di setiap rumah untuk menampung air hujan. Memang bak penampungan ini tidak menjamin ketersediaan air bersih sepanjang tahun. Tetapi cukuplah untuk air minum tiap keluarga

Sebentar lagi mereka akan mendapatkan bantuan langsung tunai. Tentu pasti ada keretakan sosial akibat bantuan tunai ini. Karena pasti tidaklah sempurna adaptasi mereka berhadapan dengan bangsa yang menggelar pertunjukkan bahwa uang tunai dapat menahan kerentanan kaum miskin. Atau uang tunai mampu menjadi jaring pengaman sosial.

Saya hendak mencuplik salah satu visi kelompok desa Nusantara, yakni: “Mampu memaksimalkan lahan yang dimiliki dan menjadi petani mandiri; dengan kekuatan sendiri dapat memproduksi pupuk kompos, pestisida dan benih sendiri. Memiliki industri pupuk kompos, memiliki jumlah ternak yang mencukupi untuk mendukung produksi pupuk kompos dan menerapkan teknologi tepat guna dalam pertanian”

Mengakhiri tulisan ini dengan keyakinan, bahwa: Jika puluhan tahun mereka telah mampu beradaptasi dan meneruskan kehidupan dengan segala suka duka di atas tanah gambut dan air yang payau yang memiliki zat karat tinggi. Pasti mereka memiliki modal sosial yang kuat untuk mampu beradaptasi sebagai bangsa dengan kenaikan BBM-nya, hiruk pikuk pilkada dengan segala janji-janjinya. Seraya terus bekerja untuk mengejar visi yang telah mereka buat.


Rabu, 17 Maret 2010

Air Sugihan (Dari Ogan Komering Ilir Menuju Air Sugihan)

Kabupaten Ogan komering Ilir (OKI) merupakan Kabupaten terluas diProvinsi Sumatera Selatan.Pada saat ini Kabupaten OKI memiliki 18 kecamatan yang tersebar diberbagai penjuru, dilihat dari letak geografisnya saja kabupaten OKI memiliki luas yang sangat sulit dijangkau bagi penduduk didaerah tersebut.Maksudnya, seperti Ibu Kota Kabupaten OKI yakni kecamatan kayuagung yang jarak tempuh dari satu kecamatan kekecamatan lain hampir mencapai puluhan kilo meter.Ambil contoh,kecamatan air sugihan yang berjarak puluhan kilo meter dari pusat Ibu Kota Kabupaten,masyarkat didaerah tersebut jarang sekali bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah berkunjung keKayuagung,dikarnakan jalan didaerah tersebut masih minim perbaikan sehingga setiap warga air sugihan lebih sering menggunakan trasportasi laut dengan menaikki perahu ataupun Speed Boat.Dan yang paling membingunkan lagi,masyarakat didaerah itu setiap kali “menggelontorkan pundi-pundi” mereka justru dikota Palembang yang merupakan Ibu kota Provinsi,karena jarak dari kecamatan air sugihan bisa dibilang cukup dekat dengan daerah pemerintahan provinsi tersebut.Untuk Itulah Bupati Ogan Komering Ilir Ir.H.Ishak Mekki MM berinisiatif akan melakukan pemekaran didaerah PANTAI TIMUR yang meliputi kecamatan Pangkalan Lampam,Sungai Menang,Tulung Selapan,Cengal,serta Sungai Menang.Hal tersebut dikarenakan saat ini APBD Kabupaten OKI hanya mencapai Rp700 milar,sedangkan kebutuhan infrastruktur dilima daerah itu belum sepenuhnya mencukupi.Sehingga Bupati OKI Ir.H.Ishak Mekki MM berpendapat bahwa dengan cara pemekaran kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi seutuhnya, sebisa mungkin dapat teraelisasikan.Namun sebelum hal tersebut terwujud,Pemerintah Daerah semaksimal mungkin akan memberikan yang terbaik untuk derah itu, seperi perbaikan jalan.Kita bisa mengambil contoh bagaimana saat ini Kabupaten Ogan Ilir telah berkembang cukup pesat setelah melepaskan diri dari Kabupaten OKI.

Sebagai masyarakat yang tinggal dan tumbuh diKabupaten OKI,apapun kebijakan dari Pemerintahan Daerah kita patut mendukungnya, karena semua keputusan tersebut semata mata untuk kesejahteraan Masyarakat di BUMI BENDE SEGUGUK.


sumber: http://kayuagungfm.wordpress.com/2009/08/10/pemekara